Minggu, 08 Februari 2015

Janji!

Heyyy semua..  Ini buat menghapus sedikit debu diblog ini.

Happy reading yaaa~ oh iya ini gender bender yaaa!! Nina hamidah jadi Nino hamid~ Maaf kalo aneh ya..hehehehe

Disebuah bangku taman yg disekelilingnya penuh dengan bunga-bunga indah bertebaran, aku dan dia saling berpegangan tangan,mengaitkan jari jemari kami berdua.Seakan akan tak ada yg bisa memisahkan kita. Mendongakkan kepala,menatap langit biru yg cerah. Ini lah kebiasaan kami sepulang dari sekolah. Kami berdua sekarang sudah menginjak kelas 3 SMA dan mungkin tinggal menunggu hasil dan pengumuman kelulusan itu, setelah keluar hasilnya. Kami akan menjadi seorang mahasiswa dan mahasiswi.

"Mids,sebentar lagikan kita akan lulus nih?" tanyanya.

"Iya,terus kenapa gre?" jawabku pada orang yg biasa ku panggil "gre" padahal nama lengkapnya Shania Gracia heheh.

"Kita ga akan pisah kan?" tanyanya menengok kearahku.

"Yaenggalah gre, bukannya kita udah janji akan selalu bersama?" ucapku.

"Iyasih,tapi aku takut aja salah satu dari kita akan pergi ninggalin" ucapnya.

"Gre!dengerin aku"ucapku membenarkan posisi dudukku menghadapnya dan ku genggam kedua tangannya.

"Kamu pasti masih ingetkan kapan pertama kali kita bertemu dan dimana?" tanyaku.

"Masih,saat aku dan kamu untuk pertama kalinya berseragam putih biru dan disinilah kita pertama kali bertemu." jawabnya.

"Masih ingetkan bagaimana saat kita pertama kali bertemu?" tanyaku lagi.

"Masih, aku duduk dibangku ini sambil nangis dan kamu datang dengan muka cengomu itu dengan eskrim ditanganmu lalu kamu duduk disamping aku terus kamu kasih aku es krim dan aku berenti nangis deh" ucapnya.

"Masih ingetkan apa janji yg kita ucapkan bareng bareng dibangku ini?" tanyaku lagi

"Kalo yg ini ga akan pernah aku lupain. Janjinya adalah Disini kita bertemu dan disinilah kita akan berpisah.Tapi agar tidak ada yg namanya perpisahan maka berjanjilah agar kita selalu bersama selamanya"

"Kenapa kamu masih inget semuanya gre?" tanyaku dan membuat wajahnya tampak bingung.

"Ya karna kamu adalah sahabat pertamaku dan orang spesial dihidupku" jawabnya membuat aku terharu hahah.

"Apa bagimu persahabatan kita ini berharga?" tanyaku lagi, lagi dan lagi padanya.

"Sangat sangat sangat 1000x sangat berharga untukku,kalo kamu?" ucapnya.

"Sama kaya kamu, mungkin bisa lebih sangat berharga heheh." ucapku.

"Nah terus kenapa kamu kasih aku pertanyaan itu?" tanyanya

"Ya aku mau pastiin aja kalo salah satu dari kita pergi ninggalin seenggak enggaknya salah satu dari kita masih mengingat masa masa indah itu." ucapku.

"Ohhhhh hamidsku ini romantis juga yaaa" ucapnya,dan aku hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkahnya yg engga henti hentinya mencubit pipiku ini.

"Udah dongg nyubit nyaaa,sakitt nih" ucapku.

"Hehehehe iya iya,eh iya kamu mau milih kampus dimana?" tanyanya,oh iya aku juga baru sadar kalo aku blm nyari kampus untuk melanjutkan studyku.

"Oh iyaaa kampus yaa..hehehe aku masih bingung nih! Kalo kamu?" kataku.

"Bingung apa lupaaa hayooo? Dasar bilang aja lupa gitu.. Aku entah sama kaya kamu aja gimana? Kan biar barengan terus?"

"Susah ya kalo punya sahabat kedeketan kaya gini,pasti kalo sembunyiin sesuatu pasti ketauan... Kaya aku? Ya ga apa apa aku seneng malah,eh tapi masa kamu ga punya universitas idaman kamu sih? Yg searah sama cita citamu itu?" ucapku, ya memang dia pernah ngomong kalo dia itu pengen jadi seorang fotografer hebat.

"Hmmmm,ada sih salah satu universitas di inggris,tapi aku ga mau jauh dari kamu jadi mending disini aja." ucapnya.

"Di inggris? Kenapa ga disana aja gre? Kalo disana kamu bisa gapai impian kamu,kenapa engga?" tanyaku.

"Iya sih mids, hemmm mungkin nanti akan aku pikirkan lagi!" katanya.

"Okelah, pulang yuk udah sore kayanya. Nanti dicariin lagi~" kataku.

"Yaudah yukk!" ucapnya berjalan mendahuluiku menuju sepeda yg biasa kami gunakan bersama.

Selama diperjalanan menuju rumahnya kami saling menutup mulut masing masing,yg ada hanya hembusan angin yg terdengar jelas ditelinga kami.

Tidak membutuhkan waktu lama,kami sudah sampai didepan pagar warna coklat miliknya.

"Akhirnya sampai juga,makasih ya mids" ucapnya turun dari jok belakang sepedaku.

"Iya sama samaa dengan senang hati greeeeecottt~ hahahaha" ucapku.

"Ihhh masih aja manggil aku pake namanya grecot,kalo gre sih mending~ Oh iya besok kan hari sabtu tuh,ketaman lagi yuk? Tapi kamu bawa gitar yaaa" ajaknya.

"Okeee sip kalo gitu,mau aku jemput jam berapa tuan putri?" tanyaku.

"Ah kamu ini bisa aja,jam 9 aja. Ya sekalian piknik kecil kecilan gitu hehehe" jawabnya.

"Oke deh~ Jangan lupa makanannya yg enak yaa! Aku pulang dulu.. See yaa!" ucapku sambil mengacak ngacak rambut hitamnya.

"Ihhh kamu ini kebiasaan deh,yaudah hati hati dijalan ya.." ucapnya.

Sesampainya dirumah,aku bergegas pergi kekamar,namun suara wanita paruh baya yg memanggil namaku membuatku menghampirinya.

"Nino,sini dulu~" panggil mama.

"Kenapa ma?" kataku.

"Kamu sudah nemu universitas yg kamu mau blm? Kalo blm itu bang andre nyaranin di universitasnya aja, katanya itu cocok untuk mu ada jurusan kedokteran yg bagus." ucap mama.

"Di bandung ma? Nanti aku pikir pikir dulu deh ya hehehe" ucapku.

"Yasudah kalo begitu,mandi gih~ udah bau asem tuh" ucap mama.

"Ah mama ini,anaknya masih wangi gini juga. Yaudahh aku kekamar dulu mah" ucapku langsung berlari kecil menuju kamarku.

Setelah selesai mandi, aku duduk didepan laptop ku mencari universitas yg tadi disarankan bang andre untukku.

"Hmmm,bagus juga nih~ Mending disini aja deh, sekalian belajar mandiri jauh dari orang tua. Tapi apa gre mau ya? Besok aku tanyain aja kalo gitu" ucapku langsung mematikan laptop dan turun kebawah untuk makan malam bersama keluarga.

"Nak,kamu udah dpt universitasnya?" tanya laki laki bersuara berat dihadapanku.

"Udah pah,diuniversitasnya bang andre aja. Fakultas kedokterannya bagus" jawabku.

"Hmmm,bagus deh kalo gitu" ucap papa.

"Kalo gracia gimana tuh nin?" tanya mama.

"Gracia? Katanya dia mau satu universitas sama aku,tapi dia juga punya universitas idaman dia di inggris. Mungkin besok aku tanyain apa dia mau satu universitas denganku apa tidak?" ucapku sambil melahap nasi di atas sendokku.

"Kalian ini benar benar kaya anak kembar ya,berduaaaa mulu. Mungkin anak kembar pun ga selamanya beduan mulu~ apa jangan jangan kalian itu udah pacaran ya?!" ucap bang andre yg ikut ikutan.

"Ya emangnya kenapa? Ga salah kan? Toh namanya kita sahabat ya jadi ga ada yg mau pisah deh! Apasih bang,aku dan gre itu cuma sahabatan kok!" balasku.

"Hahahahah, bisa aja jawabnya. Abang cuma takut kalo dari kalian berdua ada yg ninggalin, takutnya salah satu dari kalian itu akan sedih terus. Gimana kalo itu ampe kejadian? Mending di hak patenkan dulu mids. Sebelum digebet orang! Bilang aja kali kalo kamu suka sama gracia!iyakannnn?!" tanya bang andre. Iya juga yaa bener juga kata bang andre. Sudah lama aku memendam rasa padanya, tapi aku takut jika aku menyatakan cinta padanya. Persahabatan kami akan hancur.

"Ya sebisa mungkin kita ga akan berpisah, gampang kan? Dihak patenkan, abang kira gracia itu apaaa?! Ada ada aja sih!"ucapku.

Bang andre menggeleng kan kepalanya.

"Hey adek abang yg ganteng!, Ditinggal sahabat/ calon pacar itu rasanya lebih sakit daripada ditinggal pacar yg nikah tau ga?!" ucap bang andre.

"Ah itu mah emang udah nasib bang andre aja kali~ ya aku berdoa yg terbaik untuk aku dan gracia aja. Kalo salah satu dari kita ada yg ninggalin berarti itu udah kehendak tuhan~ dan kalo gracia memang jodohku pasti itu juga udah kehendak tuhan!" ucapku.

"Widih, anak papa bener bener udah siap untuk beranjak dewasa nih kayanya. Kata katanya dalem banget hahahaha dan kalo nanti gracia jadi pendampingmu papa setuju setuju aja." ucap papa.

"Oh iya dong pah... Ah papa ini udah setuju setuju aja!" kataku membuat kami berempat tertawa.

Setelah makan malam bersama,aku meminta izin untuk kekamar duluan.

"Kenapa aku jadi kepikiran dengan kata kataku tadi siang yaa?! Kata kata yg seakan akan mengizinkan gre untuk kuliah diinggris. Bodoh bangettt sihhhh! Jangan jangan dia nganggepnya serius lagi? Aduhhhhhhhh ninooooo.... Kamu ini gimana sihh?! Tadi kamu ngizinin sekarang kamu malah nyesel gara gara perkataanmu tadi. Tapi apa aku terlalu egois yaa? Ini bukan egois tapi ini cinta!  Ah sudahlah mending sekarang tidur supaya besok ga kesiangan ngejemput gre" ucapku langsung melayangkan tubuh ke atas ranjangku dan terlelap tidur.

Kebesokkan harinya aku bersiap siap menuju rumah gre dengan berpakain sesimple mungkin,ya sesimple mungkin karna aku hanya memakai celana jeans panjang,baju kaos hitam yg ditutupi dengan kemeja kotak kotak berwarna merah,sneakers dan tak lupa dengan gitar yg sudah nemplok di punggungku. Aku mengayuh sepedaku kesana. Setelah sampai, aku menekan bell rumah gre, "permisiiiiiiiii" ucapku.

"Iya sebentar" ucap seseorang dari dalam rumah. Ah ternyata kakaknya gre toh~

"Pagi kak ve,apa gracianya udah bangun?" tanyaku pada wanita berparas cantik.

"Pagi hamid,udah tuh lagi siap siap sebentar lagi dia juga keluar.. Eh tuh orangnya!" ucap kak ve menunjuk kearah orang yg tadiku maksud dengan tas jinjing yg kemungkinan besar itu isinya makanan semua hahahaha.

"Pagi mids,pagi kak ve! Aku pergi dulu yaaa" ucap gre mencium pipi kakaknya.

"Kita pergi dulu kak ve" ucapku.

Setelah sampai ditaman,hanya ada beberapa orang yg berlalu lalang. Dan untungnya bangku yg sering kita duduki ini agak kesudut dari tempat yg biasa dikunjungi orang banyak. Bisa dibilang tempat terpencil namun keasriaanya tetap terjaga. Soalnya didepan bangku ini,terdapat sebuah danau kecil yg suara airnya bisa mendamaikan hati.

Digelarlah tiker kecil untuk kami berdua, dengan cekatan gre mengeluarkan makanan dari tasnya. Katanya sih ini semua bikinan dia? Kalo betul berarti dia itu istri idaman hahaha,makanan yg ia keluarkan ada sandwich,burger,salad,kue coklat,beberapa makanan ringan dan tak lupa minumannya seperti susu cokat,jus jeruk kesukaan kami berdua dan beberapa kaleng soda. Banyak banget yaa.. Hahahaha biarkanlah! Kalo katanya supaya kamu kenyang.. Dasar anak ini!

"Nah sudah selesai,mari makan!!" ucapnya segera melahap sandwich ditangannya. Aku pun juga melakukan hal yg sama dengannya.

Selesai makan, aku mengambil gitarku yg tadi hanya aku biarkan diatas bangku itu. Mungkin kalo gitarku itu hidup dia pasti udah ngomong, "eh makanannya bagi bagi dong!! Masa aku didiemin gini aja!" hahahahaha.

"Gre,mau lagu apa?" tanyaku yg sudah siap memainkan lagu untuknya.

"Lagu itu dongggg... Himawari No Yakusoku! Yg ostnya doraemon itu lho." ucapnya.

"Oh yg itu,tapi kamu yg nyanyi yaa" ucapku dan dibalas anggukan olehnya.

Perlahan kupetik senar gitarku dengan lembut agar menghasilkan irama dan nada yg indah. Tak berapa lama, ia mulai menyanyikan lagu itu. Entah mengapa saat ia nyanyi lagu itu, aku merasa ada maksud di dlm lagu itu. Apa artinya kita akan berpisah namun akan bertemu lagi? Aku ga mau berpikir yg macem-macem dulu. Takut mengganggu piknik kami kali ini.

Setelah lagunya selesai,ia merebahkan tubuhnya di atas tikar dan memejamkan mata. Kulihat ia tersenyum,namun tiba tiba senyum manisnya memudar. Aku hanya bisa menatapnya,karna aku sendiri pun bingung harus melakukan apa. Dia membuka mata dan langsung mengambil tasnya,lalu merogoh isi didalam tasnya seperti ingin mengambil sesuatu. Dan ia mengeluarkan sebuah kotak sedikit besar, dan sebuah amplop coklat. Jujur aku bingung dengan apa yg ia keluarkan dari tasnya.

"Mids" panggilnya.

"Ya? Kenapa gre?" tanyaku.

"Boleh aku mengatakan sesuatu? Tapi kamu mohon jangan marah ya!" ucapnya. Perasaanku mulai tidak enak.

"Oke silahkan!" ucapku. Ia menarik nafas dalam dalam dan menggenggam kedua tanganku.

"Mids! Aku diterima di universitas idamanku di inggris" ucapnya. DYARRRRRRRR! Rasanya tubuhku seperti dihempaskan kebawah dengan paksa dan rasanya itu sangat amat menyakitkan!

"Wah,congrats gre" hanya itu jawaban yg aku berikan. Saking ga tau harus mgomong apa lagi.

"Makasih mids! Maafin aku mids. Maaff! Aku ga bermaksud mengkhianati janji kita yg dulu pernah kita ucap bersama" ucapnya yg tiba tiba menangis sejadi mungkin. Dengan sigap aku langsung memeluknya.

"Kamu kenapa gre? Kok nangis? Bukankah impian mu akan tercapai?" ucapku sambil mengelus punggungnya.

"Iya aku tau,tapi kita udah janji akan selalu bersama. Tapi sekarang malah aku yg akan ninggalin kamu." ucapnya disertai isakan tangisannya.

"Sudahlah! Kan itu memang sudah takdirnya. Kita harus terima itu gre, itukan juga yg terbaik untuk kamu." ucapku menenangkannya.

"Aku tau kamu juga kecewa kan dengan keputusanku ini?" tanyanya.

"Jujur memang iya gre, sakit sekali rasanya. Tapi aku tetep ngerasa bahagia kok akhirnya impian sahabatku ini sebentar lagi akan tercapai. Aku hanya bisa mendoakan yg terbaik untukmu gre!" jawabku.

"Makasih mids makasih banyak! Kamu memang sahabat terbaikku! Dan maaf membuatmu sakit!" ucapnya.

"Sama sama shania gracia! Oh ya kapan kamu akan berangkat kesana?" tanyaku.

"Besok. Makannya aku mengajak kamu kesini!" jawabnya.

Secepat itukah kamu akan ninggalin aku? Tapi demi kebaikan dan kebahagianmu aku rela melepasmu walau sangat sakit.

"Hem besok! Boleh aku minta satu permohonan untukmu?" tanyaku.

"Apa? Aku akan berusaha untuk mengabulkan permohonanmu itu!" ucapnya.

"Berjanjilah kita akan bertemu lagi ditanggal yg sama ditempat ini dan ditahun keenam pada saat kita sudah menjadi sarjana! Dan sudah menjadi apa yg kita cita citakan!" pintaku padanya.

"Aku berjanji akan kembali lagi disini! Bertemu denganmu ditanggal yg sama dan ditahun keenam saat kita sudah menjadi sarjana dan sukses menjadi apa yg kita cita citakan." ucapnya.

Aku tersenyum dan mempererat pelukan kami! Aku harap janji itu bukan hanya suatu janji yg diucapkan dimulut saja.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Enam tahun kemudian.

Aku duduk dibangku taman yg catnya sudah mulai memudar karna tidak ada yg pernah mendudukinya setelah kejadian enam tahun yg lalu. Aku disini menunggu seseorang  dengan rasa rindu yg teramat sangat padanya,sambil memegang sebuah kotak berisi foto kami berdua dan sebuah surat yg ia tulis. Sudah berjam-jam aku menunggu dirinya. Apa dia sudah lupa dengan janjinya enam tahun yg lalu? Sebisa mungkin aku berpikir positif tentangnya.

Aku lelah! Kulirik jam tangan hitamku yg sudah menunjukkan pukul 4 sore. Aku mulai putus asa dengan ini. Apa benar ia tak akan kembali? Ia mengingkari janjinya? Semua manusia pasti mempunyai batas kesabaran,dan saat inilah batas kesabaranku untuk menunggunya sudah habis.

Aku meninggalkan kotak yg berisi fotoku dan surat yg ia tulis. Dengan jalan gontai aku beranjak meninggalkan bangku taman yg menjadi saksi perjanjian kami. Namun tiba-tiba.......

"Kenapa kotaknya ditinggalin,hamids?" ucap seseorang yg sangat aku rindukan.

Kubalikan badanku melihat kearah gadis yg jaraknya tidak begitu jauh dariku. Percaya atau tidak sekarang aku bisa melihatnya lagi setelah sekian lama ia pergi mengejar impiannya tanpa memberi kabar sekalipun,sekan akan ia menghilang dari kehidupanku selama enam tahun ini.

Dia berlari dengan kotak yg sempat aku tinggalkan dibangku itu. Dan dia memelukku dengan sangat erat!

"Aku sangat merindukanmu mids!" ucapnya."

"Aku juga gre! Sangat teramat merindukan dirimu!"ucapku mempererat pelukan kami.

" Kenapa kamu telat gre?" tanyaku.

"Aku ga telat kok! Mungkin kamu yg sudah lupa pukul berapa kita terakhir bertemu di taman ini?" ucapnya. Astagah aku lupa terakhir kita bertemu itu pada pukul setengah lima sore. Dan sekarang sudah jam setengah lima sore. Dia benar benar menetapatkan janjinya.

"Ah aku lupa! Maaf gre! Bagaimana kuliahmu?" tanyaku melepaskan pelukan kami dan menatapnya dalam dalam.

"Aku sudah sarjana sekarang,hehehe" ucapnya dengan senyuman mengembang di sudut bibirnya.

"Wihhhhh kerennnn!!" kataku mengusap lembut rambutnya.

"Kalo kamu gimana mids?" tanyanya padaku.

"Akuu??? Aku udah pake baju warna putih sekarang!" ucapku.

"Maksudnya?" ucapnya.

"Kamu lupa apa cita citaku?!"tanyaku.

" MAYGAT! HAMIDS!" teriaknya membuatku menutup telingaku.

"Ja-jadii sekarang kamu udah jadi dokter?" ucapnya seakan akan dia tidak percaya dengan keadaanku sekarang.

"Betul sekali nyonya gracia~" ucapku.

"Wah aku bangga sama kamu!! Ah kenapa pake nyonya sih? Nikah aja blm?! Kamu inii!! Ada ada saja sih si dokter hamids ini! Hahahaha" ucapnya. Ehh dia blm menikah? Terimakasih tuhan.

"Hehehe,Ehh blm nikah?" tanyaku untuk memastikan.

"Blm..hehehe keasikan kuliah sampe lupa pendamping hidup ,kalo kamu?" jawabnya.

"Sama kaya kamu~ keasikan menggapai cita citaku sampe lupa jodoh hahahaha! Eh iya aku punya sesuatu buat kamu?" ucapku mengeluarkan sebuah kotak kecil yg sudah lama aku persiapkan untuknya.

"Apa ini?" tanyanya.

"Coba dibuka deh!" ucapku. Dia membuka kotak kecil itu dan menatapku heran!

"Kamu tau apa artinya aku kasih kunci itu kekamu?" tanyaku.

"Enggak,emangnya apa?" tanyanya.

"Kita pernah berjanjikan buat selalu bersama selamanya kan?,nah sekarang! Bolehkah aku menepatkan janji kita dulu? Dan itu adalah kunci kita bersama!" ucapku berlutut dihadapannya.

"Aku tambah ga ngerti hamids?" ucapnya dengan wajah yg bingung bercampur senang mungkin!

Aku mengeluarkan sebuah kotak kecil lagi dari kantong dicelanaku dan membuka tutup kotaknya.

"Apa kamu mau menjadi pendamping hidupku? Dan menghabiskan sisa hidup bersama selamanya?! Dan hanya maut yg memisahkan kita?" ucapku,seketika dia memelukku dan menangis bahagia.

"Aku mau jadi pendamping hidupmu. Dan aku siap!" ucapnya. Aku tersenyum bahagia atas jawabannya itu.

"Pake dulu cincinnya biar lebih afdol!" ucapku.

Setelah memakaikan cincin itu,aku memeluknya dan mencium keningnya,turun kehidung dan berakhir bibir indahnya!

Selama enam tahun aku menunggu dirinya, dan akhirnya dia menepatkan janjinya! Dan benar kata pepatah!

" Jika kamu mencintai seseorang, biarkan dia pergi. Dan jika dia kembali, Berarti dia adalah cinta sejatimu" Walau itu berawal dari persahabatan!
            
                                End

Yeayyyy selesaiii!! Gimana gimanaaa?! Hehehehe komen komen yaa... Makasih banyakkk!!!

8 komentar:

  1. Hemz lumayan in... tapi romance nya kurang pake bgt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak.. Awalnya mau persahabatan gitu,eh kepikirannya malah kaya gini..hehehe

      Hapus
  2. Msh kurang greget insani heheh
    Eh btw, gk mau buat yg sequel nih biar ada sedikit konflik gitu hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo sequel blm bisa kak..hehehe lagi mau nyelesein yg dirimu dan dirinyaaa..hehehe tapi nanti kalo udah selesai DnDnya nanti dicoba buat sequel deh.. Makasihhh kakk

      Hapus
  3. kapan lanjut nih ?? saya tunggu loh yaa bikin yg lebih romantis lagi . Kalo bisa bikin yg gremids nya tetep jadi member jkt48 .

    BalasHapus
  4. Diusahakan kak~ hahaha... Makasih kak udah baca~

    BalasHapus